Manfaat Paratusin

Paratusin adalah obat batuk dan pilek yang digunakan untuk membantu meredakan gejala flu, seperti batuk, pilek, demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Obat ini juga dapat membantu mengurangi hidung tersumbat, mengurangi dorongan untuk batuk, serta membantu mengencerkan dahak. Paratusin tersedia dalam varian Paratusin tablet dan Paratusin PE.

Paratusin mengandung beberapa bahan aktif. Paracetamol bekerja pada pusat pengatur suhu di otak untuk membantu menurunkan demam, sekaligus meredakan nyeri yang sering muncul saat flu. Kandungan lain di dalamnya membantu mengatasi keluhan saluran pernapasan, seperti hidung tersumbat, dahak, dan batuk. Paratusin termasuk obat bebas terbatas, sehingga tetap perlu digunakan sesuai aturan pakai.

paratusin-01-obatapa

Merek dagang Paratusin:

  • Paratusin
  • Paratusin PE

Apa Itu Paratusin?

Paratusin adalah obat batuk dan pilek berbentuk tablet dan sirup. Obat ini dapat digunakan oleh dewasa dan anak-anak sesuai dosis yang dianjurkan berdasarkan varian produknya.

Informasi singkat Paratusin:

KeteranganDetail
Kandungan aktifParatusin tablet: paracetamol, guaifenesin, noscapine, phenylpropanolamine HCl, chlorphenamine maleate. Paratusin PE: paracetamol, pseudoephedrine HCl, noscapine, chlorpheniramine maleate, guaifenesin, succus liquiritae
GolonganObat bebas terbatas
KategoriObat batuk dan pilek
Bentuk obatTablet dan sirup
Sediaan disebutkanParatusin tablet dan Paratusin PE
Digunakan olehDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C. Jangan gunakan tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu

Kategori C berarti ada temuan risiko pada studi hewan, sementara data terkontrol pada ibu hamil masih belum tersedia
MenyusuiParatusin tidak aman untuk ibu menyusui karena phenylpropanolamine HCl. Paratusin PE kurang aman karena pseudoephedrine HCl, chlorpheniramine maleate, dan guaifenesin

Kandungan tiap tablet Paratusin:

  • Paracetamol 500 mg
  • Guaifenesin 50 mg
  • Noscapine 10 mg
  • Phenylpropanolamine HCl 15 mg
  • Chlorphenamine maleate 2 mg

Kandungan Paratusin PE yang disebutkan per 60 ml:

  • Paracetamol 125 mg
  • Pseudoephedrine HCl 7,5 mg
  • Noscapine 10 mg
  • Chlorpheniramine maleate 0,5 mg
  • Guaifenesin 25 mg
  • Succus liquiritae 125 mg

Peringatan sebelum Menggunakan Paratusin

Jangan minum Paratusin jika memiliki alergi terhadap kandungan obat ini. Hindari juga obat ini jika memiliki alergi terhadap obat simpatomimetik lain, seperti efedrin, fenilpropanolamin, atau fenilefrin.

Paratusin juga perlu dihindari jika memiliki:

  • Hipertiroidisme
  • Tekanan darah tinggi yang tidak diobati
  • Penyakit jantung koroner
  • Gagal ginjal
  • Sedang menjalani terapi dengan obat antidepresan tipe MAOI

Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Paratusin jika memiliki:

  • Penyakit jantung
  • Pembesaran prostat jinak
  • Diabetes
  • Glaukoma
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan fungsi hati
  • Risiko tekanan darah tinggi atau stroke, misalnya pada penderita berat badan berlebih atau obesitas

Perhatikan juga beberapa hal berikut:

  • Jangan minum Paratusin melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Konsultasikan dengan dokter jika sedang hamil atau menyusui.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan Paratusin kepada orang usia lanjut.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah minum Paratusin karena obat ini dapat menyebabkan kantuk.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Paratusin.

Pada ibu hamil, Paratusin dan Paratusin PE termasuk Kategori C. Penggunaan saat hamil perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Pada ibu menyusui, Paratusin tidak aman karena mengandung phenylpropanolamine HCl. Paratusin PE juga kurang aman karena mengandung pseudoephedrine HCl, chlorpheniramine maleate, dan guaifenesin.

Cara Menggunakan Paratusin dengan Benar

Gunakan Paratusin sesuai aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter. Jangan minum obat ini melebihi dosis yang dianjurkan.

Paratusin dikonsumsi setelah makan. Jika menggunakan sediaan sirup, kocok botol terlebih dahulu sebelum diminum. Gunakan sendok atau alat takar yang tersedia dalam kemasan agar dosis lebih tepat.

Konsultasikan ke dokter jika gejala flu tidak kunjung mereda setelah 3 hari menggunakan obat ini. Hentikan penggunaan Paratusin jika mengalami susah tidur, jantung berdebar, atau pusing berat.

Dosis dan Aturan Pakai Paratusin

Dosis Paratusin bergantung pada varian obat dan usia pasien. Ikuti aturan pakai pada kemasan atau arahan dokter.

Paratusin tablet

  • Dewasa: 1 tablet, 3 kali sehari
  • Anak usia 6–12 tahun: ½ tablet, 3 kali sehari

Paratusin PE

  • Dewasa: 4 sendok teh atau 20 ml, 3 kali sehari
  • Anak usia 6–12 tahun: 2 sendok teh atau 10 ml, 3 kali sehari
  • Anak usia 2–5 tahun: 1 sendok teh atau 5 ml, 3 kali sehari

Jangan menambah dosis tanpa arahan dokter.

Efek Samping dan Bahaya Paratusin

Paratusin dapat menyebabkan beberapa efek samping. Keluhan yang mungkin muncul meliputi:

  • Kantuk
  • Pusing
  • Mulut kering
  • Ruam

Berkonsultasilah ke dokter jika efek samping tidak lekas mereda.

Hentikan penggunaan Paratusin jika mengalami:

  • Susah tidur
  • Jantung berdebar
  • Pusing berat

Segera cari pertolongan medis jika muncul reaksi alergi atau efek samping yang lebih berat, seperti:

  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • Kejang
  • Gangguan berkemih
  • Gangguan penglihatan

Interaksi Paratusin dengan Obat atau Zat Lain

Paratusin dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Paratusin bersama obat lain.

Interaksi yang perlu diperhatikan meliputi:

Obat yang dapat meningkatkan kantuk, pusing, dan sulit konsentrasi

  • Obat tidur
  • Obat penenang atau antiansietas
  • Antipsikotik
  • Obat antihistamin

Obat yang dapat meningkatkan risiko efek samping berbahaya

  • Obat antidepresan tipe MAOI

Obat yang dapat meningkatkan risiko perdarahan

  • Warfarin

Paratusin dikonsumsi setelah makan. Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan obat ini karena Paratusin dapat menyebabkan kantuk.

Cara Menyimpan Paratusin

Simpan Paratusin dengan benar agar kualitas obat tetap terjaga.

  • Simpan pada suhu di bawah 30°C.
  • Ikuti petunjuk penyimpanan pada kemasan.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Konsultasikan ke dokter jika gejala flu tidak membaik setelah 3 hari menggunakan Paratusin.

Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Paratusin jika:

  • Memiliki penyakit jantung, pembesaran prostat jinak, diabetes, glaukoma, atau gangguan fungsi ginjal maupun hati
  • Berisiko mengalami tekanan darah tinggi atau stroke
  • Sedang hamil atau menyusui
  • Obat akan diberikan kepada orang usia lanjut
  • Sedang menggunakan obat lain
  • Efek samping tidak lekas mereda

Segera cari pertolongan medis jika muncul reaksi alergi obat, susah tidur berat, jantung berdebar, pusing berat seperti akan pingsan, kejang, gangguan berkemih, gangguan penglihatan, atau efek samping serius lainnya.

Pertanyaan Umum tentang Paratusin

Paratusin untuk apa?
Paratusin digunakan untuk membantu meredakan gejala flu, batuk, pilek, demam, sakit kepala, nyeri otot, hidung tersumbat, dan dahak.

Apa kandungan Paratusin tablet?
Paratusin tablet mengandung paracetamol, guaifenesin, noscapine, phenylpropanolamine HCl, dan chlorphenamine maleate.

Apa kandungan Paratusin PE?
Paratusin PE mengandung paracetamol, pseudoephedrine HCl, noscapine, chlorpheniramine maleate, guaifenesin, dan succus liquiritae.

Apakah Paratusin bisa menyebabkan kantuk?
Ya. Kantuk termasuk efek samping yang dapat terjadi. Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah minum obat ini.

Bolehkah Paratusin diminum sebelum makan?
Paratusin dikonsumsi setelah makan.

Apakah Paratusin boleh untuk anak-anak?
Paratusin dapat digunakan pada anak-anak sesuai varian, aturan pakai, atau anjuran dokter. Paratusin tablet memiliki dosis untuk anak usia 6–12 tahun, sedangkan Paratusin PE memiliki dosis untuk anak usia 2–5 tahun dan 6–12 tahun.

Bolehkah ibu hamil menggunakan Paratusin?
Paratusin dan Paratusin PE termasuk Kategori C untuk ibu hamil. Jangan gunakan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Bolehkah Paratusin digunakan saat menyusui?
Paratusin tidak aman untuk ibu menyusui karena kandungan phenylpropanolamine HCl. Paratusin PE kurang aman karena kandungan pseudoephedrine HCl, chlorpheniramine maleate, dan guaifenesin.

Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional untuk memastikan bahwa informasi yang ditampilkan pada halaman ini sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Jika mengalami efek samping obat, hubungi dokter atau tenaga kesehatan. Efek samping obat juga dapat dilaporkan melalui e-MESO BPOM.

Disclaimer Medis

Terakhir diperbarui: 9 Juni 2026

Ditinjau secara editorial oleh tim ObatApa

Referensi

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. (2026). Nama Produk. Paratusin.
MIMS. (2026). Paratusin.
MIMS. (2026). Paracetamol.
MIMS. (2026). Phenylpropanolamine.
MIMS. Guaifenesin.
MIMS. Chlorphenamine.
MIMS. Noscapine.
APILAM. (2024). e-Lactancia. Paracetamol.
APILAM. (2024). e-Lactancia. Guaifenesin.
APILAM. (2024). e-Lactancia. Phenylpropanolamine; Phenylpropanolamine Hydrochloride.
APILAM. (2024). e-Lactancia. Chlorphenamine Maleate.
APILAM. (2024). e-Lactancia. Noscapine.
Drugs. (2025). Paracetamol.
Drugs. (2025). Guaifenesin.
Drugs. (2025). Chlorpheniramine Pregnancy and Breastfeeding Warnings.
Drugs. (2025). Guaifenesin Pregnancy and Breastfeeding Warnings.
MedicineNet. (2026). Acetaminophen.