Coparcetin

Coparcetin mengandung paracetamol, guaifenesin, pseudoephedrine, dan chlorpheniramine maleate yang digunakan untuk membantu meringankan gejala flu. Obat ini dapat membantu meredakan demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, serta batuk berdahak. Coparcetin tersedia dalam bentuk kaplet dan sirop.

Kombinasi bahan aktif dalam Coparcetin bekerja pada beberapa keluhan flu sekaligus. Paracetamol membantu menurunkan demam dan meredakan sakit kepala, pseudoephedrine membantu melegakan hidung tersumbat, chlorpheniramine membantu mengurangi bersin-bersin dan pilek, sedangkan guaifenesin membantu mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Coparcetin termasuk obat bebas terbatas, sehingga penggunaannya tetap perlu mengikuti aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter.

coparcetin-01a-obatapa

Merek dagang Coparcetin:

  • Coparcetin
  • Coparcetin Kaplet
  • Coparcetin Sirup 60 ml
  • Coparcetin Kid Cough Syrup

Apa Itu Coparcetin?

Coparcetin adalah obat flu kombinasi yang mengandung dekongestan, antihistamin, analgetik-antipiretik, dan ekspektoran. Obat ini digunakan untuk meringankan gejala flu yang disertai demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk berdahak.

Informasi singkat Coparcetin:

KeteranganDetail
Kandungan aktifParacetamol, guaifenesin, pseudoephedrine, dan chlorpheniramine maleate
GolonganObat bebas terbatas
KategoriObat flu kombinasi dekongestan, antihistamin, analgetik-antipiretik, dan ekspektoran
Bentuk obatKaplet dan sirop
Sediaan disebutkanCoparcetin Kaplet dan Coparcetin Sirup 60 ml
Digunakan olehDewasa dan anak-anak sesuai aturan pakai; dosis yang disebutkan hanya untuk anak usia 6–12 tahun dan >12 tahun
KehamilanKategori C. Obat yang mengandung pseudoephedrine sebaiknya tidak digunakan pada trimester pertama
MenyusuiPseudoephedrine dan chlorpheniramine dapat menurunkan produksi ASI; hindari jika ASI tidak lancar atau bayi baru lahir belum bisa menyusu dengan benar

Coparcetin sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan saat gejala flu muncul. Hentikan penggunaan jika keluhan flu sudah membaik, dan hubungi dokter bila gejala tidak membaik sama sekali dalam 3 hari.

Peringatan sebelum Menggunakan Coparcetin

Jangan mengonsumsi Coparcetin jika memiliki alergi terhadap bahan yang terkandung dalam obat ini. Jika belum yakin dengan riwayat alergi atau kandungan obat, konsultasikan terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Hindari penggunaan Coparcetin tanpa persetujuan dokter jika memiliki:

  • Hipertensi
  • Stroke
  • Berat badan berlebih
  • Usia lanjut, terutama bila berkaitan dengan risiko hipertensi atau stroke

Beberapa kondisi medis perlu dibicarakan dulu dengan dokter sebelum menggunakan Coparcetin, antara lain:

  • Penyakit liver
  • Defisiensi G6PD
  • Penyakit ginjal
  • Anemia hemolitik
  • Penyakit tiroid
  • Obstruksi usus
  • Epilepsi
  • Pheochromocytoma
  • Glaukoma
  • Tukak lambung
  • Sulit berkemih, misalnya karena pembesaran prostat
  • Penyakit jantung atau baru-baru ini mengalami serangan jantung
  • Asma, emfisema, atau bronkitis kronis
  • Batuk dengan dahak yang sangat banyak
  • Batuk perokok

Perhatikan juga hal-hal berikut:

  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah minum Coparcetin karena obat ini dapat menyebabkan kantuk.
  • Mintalah saran dokter jika mengonsumsi minuman beralkohol setiap hari atau mengalami kecanduan alkohol.
  • Konsultasikan penggunaan Coparcetin Sirup jika memiliki diabetes, karena obat flu cair biasanya mengandung gula yang perlu dibatasi pada kondisi tersebut.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal.
  • Beri tahu dokter jika sedang mengonsumsi Coparcetin sebelum menjalani pemeriksaan medis atau operasi.

Pada kehamilan, Coparcetin termasuk Kategori C. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping guaifenesin dan pseudoephedrine terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Obat ini hanya boleh digunakan jika manfaat yang diharapkan lebih besar daripada risikonya. Ibu hamil sebaiknya tidak minum obat yang mengandung pseudoephedrine pada trimester pertama karena dapat meningkatkan risiko kelainan kongenital pada bayi.

Pada ibu menyusui, pseudoephedrine dan chlorpheniramine dalam Coparcetin dapat menurunkan produksi ASI. Hindari obat flu yang mengandung dua bahan tersebut jika ASI tidak lancar atau bayi baru lahir belum bisa menyusu dengan benar. Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan obat yang lebih aman.

Cara Menggunakan Coparcetin dengan Benar

Gunakan Coparcetin sesuai aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter. Obat ini dapat diminum sebelum maupun sesudah makan.

Untuk sediaan kaplet, telan obat dengan bantuan air putih. Untuk sediaan sirop, kocok botol terlebih dahulu dan gunakan alat takar yang tersedia agar dosis lebih tepat.

Jangan mengurangi atau melebihi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter. Coparcetin dapat dihentikan jika keluhan flu sudah membaik.

Agar pemulihan flu lebih terbantu, konsumsi makanan bergizi, minum air lebih sering, dan beristirahat cukup.

Jika lupa menggunakan Coparcetin, minum obat segera saat teringat. Jika sudah dekat dengan jadwal konsumsi berikutnya, lewati dosis yang terlupa. Jangan menggandakan dosis berikutnya.

Dosis dan Aturan Pakai Coparcetin

Dosis Coparcetin berbeda tergantung bentuk obat dan usia pengguna. Ikuti aturan pakai pada kemasan atau arahan dokter.

Coparcetin Kaplet

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1 kaplet, 3 kali sehari
  • Anak usia 6–12 tahun: ½ kaplet, 3 kali sehari

Coparcetin Sirup

  • Anak usia 6–12 tahun: 1–2 sendok takar atau 5–10 ml, 3 kali sehari

Kandungan per sediaan:

  • Coparcetin Kaplet: 500 mg paracetamol, 100 mg guaifenesin, 30 mg pseudoephedrine, dan 2 mg chlorpheniramine per kaplet
  • Coparcetin Sirup 60 ml: 120 mg paracetamol, 50 mg guaifenesin, 7,5 mg pseudoephedrine, dan 0,5 mg chlorpheniramine tiap 5 ml sirop

Dosis dan aturan pakai ini membahas Coparcetin Kaplet dan Coparcetin Sirup 60 ml; Coparcetin Kid Cough Syrup hanya disebut sebagai merek/varian.

Efek Samping dan Bahaya Coparcetin

Coparcetin dapat menyebabkan kantuk. Efek samping lain yang mungkin terjadi meliputi:

  • Mual atau muntah
  • Sembelit atau diare
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Mulut kering

Hentikan penggunaan Coparcetin jika muncul:

  • Pusing
  • Tremor
  • Susah tidur
  • Jantung berdebar

Konsultasikan dengan dokter jika keluhan tersebut tidak membaik meski pemakaian obat sudah dihentikan.

Meski jarang terjadi, kandungan dalam Coparcetin dapat menyebabkan efek samping serius. Segera temui dokter jika mengalami:

  • Tidak bisa berkemih
  • Perubahan mental, seperti linglung
  • Gangguan irama jantung, seperti denyut jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan
  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • Gejala hipertensi berat, seperti sakit kepala parah, telinga berdenging, penglihatan buram, nyeri dada, atau sesak napas
  • Memar yang terus membesar
  • Perdarahan yang tidak kunjung berhenti

Cari pertolongan medis ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul reaksi alergi obat, seperti:

  • Biduran
  • Bengkak di kelopak mata atau bibir
  • Mengi
  • Sesak napas

Interaksi Coparcetin dengan Obat atau Zat Lain

Kandungan paracetamol, pseudoephedrine, dan chlorpheniramine maleate dalam Coparcetin dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Coparcetin bersama obat resep, obat bebas, suplemen, atau produk herbal.

Interaksi yang perlu diperhatikan dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Obat yang dapat memengaruhi tekanan darah

  • Antidepresan trisiklik atau dekongestan lain dapat meningkatkan tekanan darah jika digunakan bersama pseudoephedrine.
  • Metildopa, penghambat beta seperti bisoprolol, serta penghambat alfa seperti terazosin dan prazosin dapat mengalami penurunan efek antihipertensi.

Obat yang dapat menambah kantuk dan risiko efek samping berbahaya

  • Obat antinyeri golongan opioid
  • Obat tidur
  • Obat penenang
  • Obat antipsikotik

Obat yang dapat meningkatkan risiko efek samping atau gangguan tertentu

  • Isoniazid atau phenobarbital dapat meningkatkan risiko efek samping pada liver.
  • Chloramphenicol atau busulfan dapat mengalami peningkatan risiko efek samping.
  • Phenytoin dapat meningkat kadarnya di dalam darah sehingga risiko overdosis phenytoin ikut meningkat.

Obat yang efektivitasnya dapat menurun

  • Cholestyramine dapat menurunkan efektivitas paracetamol.
  • Lamotrigine dapat menurun efektivitasnya dalam mencegah kejang.

Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Coparcetin jika mengonsumsi minuman beralkohol setiap hari atau mengalami kecanduan alkohol.

Cara Menyimpan Coparcetin

Simpan Coparcetin di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari area lembap atau panas. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Jangan mengonsumsi Coparcetin yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Untuk Coparcetin Sirup, jangan gunakan lagi jika sudah lebih dari 14 hari setelah kemasan dibuka.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Hubungi dokter jika gejala flu belum membaik sama sekali dalam waktu 3 hari menggunakan Coparcetin.

Hentikan penggunaan Coparcetin dan konsultasikan ke dokter jika muncul:

  • Pusing
  • Tremor
  • Susah tidur
  • Jantung berdebar

Segera temui dokter jika muncul efek samping berat setelah menggunakan Coparcetin, seperti:

  • Tidak bisa berkemih
  • Linglung
  • Gangguan irama jantung
  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • Gejala hipertensi berat
  • Memar yang terus membesar
  • Perdarahan yang tidak kunjung berhenti

Cari pertolongan medis ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul reaksi alergi obat, seperti biduran, bengkak di kelopak mata atau bibir, mengi, atau sesak napas.

Pertanyaan Umum tentang Coparcetin

Coparcetin obat untuk apa?

Coparcetin digunakan untuk membantu meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk berdahak.

Apa kandungan Coparcetin?

Coparcetin mengandung paracetamol, guaifenesin, pseudoephedrine, dan chlorpheniramine maleate.

Apakah Coparcetin bisa menyebabkan kantuk?

Ya, Coparcetin dapat menyebabkan kantuk. Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah minum obat ini.

Apakah Coparcetin boleh diminum sebelum makan?

Ya, Coparcetin dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Apakah Coparcetin boleh untuk ibu hamil?

Coparcetin termasuk Kategori C. Ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini, dan sebaiknya tidak minum obat yang mengandung pseudoephedrine pada trimester pertama.

Apakah Coparcetin boleh untuk ibu menyusui?

Ibu menyusui perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Coparcetin. Pseudoephedrine dan chlorpheniramine dapat menurunkan produksi ASI, terutama jika ASI tidak lancar atau bayi baru lahir belum bisa menyusu dengan benar.

Berapa dosis Coparcetin untuk anak?

Untuk anak usia 6–12 tahun, dosis Coparcetin Kaplet adalah ½ kaplet, 3 kali sehari. Untuk Coparcetin Sirup, dosisnya 1–2 sendok takar atau 5–10 ml, 3 kali sehari.

Kapan harus berhenti menggunakan Coparcetin?

Coparcetin dapat dihentikan jika keluhan flu sudah membaik. Hentikan juga penggunaan dan konsultasikan ke dokter jika muncul pusing, tremor, susah tidur, atau jantung berdebar.

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (2025). Nama Produk. Coparcetin.
National Health Service UK (2025). Medicine A to Z. Pseudoephedrine (Sudafed).
National Institutes of Health (2023). MedlinePlus. Acetaminophen.
National Institutes of Health (2022). MedlinePlus. Guaifenesin.
National Institutes of Health (2021). Drugs and Lactation Database (LactMed®). Chlorpheniramine.
National Institutes of Health (2020). Drugs and Lactation Database (LactMed®). Pseudoephedrine.
Cleveland Clinic (2025). Chlorpheniramine Tablets.
MIMS (2025). Chlorpheniramine.
MIMS (2025). Pseudoephedrine.
MIMS (2025). Paracetamol.
Drugs (2025). Chlorpheniramine.
Drugs (2025). Paracetamol.
Drugs (2024). Pseudoephedrine.
WebMD (2025). Acetaminophen – Uses, Side Effects, and More.
WebMD (2025). Chlorpheniramine Maleate – Uses, Side Effects, and More.
WebMD (2025). Sudafed – Uses, Side Effects, and More.
WebMD (2025). Guaifenesin – Uses, Side Effects, and More.
WebMD (2025). How to Choose Over-the-Counter Cold and Flu Meds.
Healthline (2024). 12 Tips for a Speedy Flu Recovery.

Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional untuk memastikan bahwa informasi yang ditampilkan pada halaman ini sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Disclaimer Medis

Terakhir diperbarui: 29 Mei 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *