Pyridoxine
Manfaat Pyridoxine
Pyridoxine adalah suplemen vitamin B6 yang digunakan untuk membantu menangani kekurangan vitamin B6 dan mendukung fungsi tubuh tertentu. Vitamin ini berperan dalam pembentukan energi, produksi sel darah merah yang sehat, fungsi saraf, dan kesehatan kulit. Pyridoxine juga dapat digunakan sesuai arahan dokter pada kondisi tertentu, seperti mual dan muntah berlebihan saat hamil, anemia sideroblastik, serta neuropati.
Pyridoxine tersedia dalam bentuk tablet, sirop, dan suntik. Sediaan tablet dan sirop termasuk obat bebas, sedangkan pyridoxine suntik termasuk obat resep dan hanya diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Merek dagang Pyridoxine:
- Beneuron
- Bioron
- Erlagin
- Kalbion
- Lisovit
- Neurobion
- Neuroboran
- Neurobat
- Neurotropic
- New Enziplex
- Neurodex
- Pyridoxine HCL
- Vitamin B Complex
Apa Itu Pyridoxine?
Pyridoxine adalah nama lain dari vitamin B6. Suplemen ini dapat ditemukan sebagai kandungan tunggal, kombinasi dengan vitamin lain, atau dikombinasikan dengan obat tertentu.
Informasi singkat Pyridoxine:
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Kandungan aktif | Pyridoxine / vitamin B6 |
| Golongan | Obat bebas untuk tablet dan sirop; obat resep untuk suntik |
| Kategori | Suplemen |
| Bentuk obat | Tablet, sirop, dan suntik |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Kehamilan | Kategori A jika sesuai AKG atau ≤1,9 mg/hari; Kategori C jika di atas AKG atau >1,9 mg/hari |
| Menyusui | Dosis tinggi dapat mengurangi produksi ASI; penggunaan di atas AKG tidak direkomendasikan pada ibu menyusui tanpa defisiensi |
Pyridoxine dapat digunakan bersama vitamin B1 dan B12 sebagai vitamin saraf untuk membantu mencegah dan mengobati neuropati perifer.
Peringatan sebelum Menggunakan Pyridoxine
Jangan menggunakan pyridoxine jika memiliki alergi terhadap kandungannya. Jika ragu, beri tahu dokter mengenai riwayat alergi sebelum menggunakan suplemen ini.
Pyridoxine atau vitamin B6 juga tidak boleh digunakan jika sedang dalam proses pemulihan setelah:
- Angioplasti
- Operasi penurunan berat badan
Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan pyridoxine jika:
- Sedang hamil
- Sedang menyusui
- Memiliki riwayat penyakit tertentu
- Akan menggunakan pyridoxine bersama obat, suplemen, atau produk herbal lain
- Akan menggunakan pyridoxine suntik dan sedang menderita penyakit jantung atau penyakit ginjal
Pada kehamilan, pyridoxine dalam dosis sesuai angka kecukupan gizi atau ≤1,9 mg per hari termasuk Kategori A. Jika digunakan di atas AKG atau >1,9 mg per hari, pyridoxine termasuk Kategori C dan hanya boleh digunakan jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya, misalnya pada ibu hamil dengan muntah berlebihan hingga dehidrasi atau tidak bisa makan.
Pada ibu menyusui, penggunaan pyridoxine dosis tinggi dapat menyebabkan produksi ASI berkurang. Karena itu, konsumsi pyridoxine di atas AKG tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui yang tidak mengalami defisiensi.
Cara Menggunakan Pyridoxine dengan Benar
Gunakan pyridoxine sesuai aturan pada kemasan atau arahan dokter. Untuk pyridoxine tablet atau sirop, baca informasi pada label kemasan sebelum mengonsumsinya.
Pyridoxine tablet dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Untuk sediaan sirop, kocok botol sebelum digunakan dan pakai alat takar yang tersedia agar dosis lebih tepat.
Pyridoxine suntik diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Obat dapat diberikan melalui pembuluh darah atau ke otot pasien.
Vitamin dan mineral dari suplemen tidak dapat menggantikan nutrisi dari makanan. Tetap konsumsi makanan bergizi seimbang dan bervariasi setiap hari meski sudah menggunakan suplemen.
Jika lupa mengonsumsi pyridoxine tablet atau sirop, segera minum begitu teringat. Namun, jika jadwal berikutnya sudah dekat, lewati dosis yang terlupa. Jangan menggandakan dosis selanjutnya.
Dosis dan Aturan Pakai Pyridoxine
Dosis pyridoxine untuk dewasa berbeda tergantung tujuan penggunaan dan bentuk sediaannya.
Pyridoxine tablet dan sirop
Untuk defisiensi vitamin B6:
- 50–150 mg per hari
Untuk anemia sideroblastik, homocystinuria, atau hyperoxaluria primer:
- 200–600 mg per hari
- Dosis dibagi ke dalam beberapa jadwal konsumsi
Untuk mencegah atau mengatasi neuropati akibat isoniazid:
- 25–50 mg, 3 kali sehari
- Dosis maksimal: 200 mg per hari
Untuk mual atau muntah-muntah saat hamil:
- 10–25 mg, 3 kali sehari
Pyridoxine suntik
Pyridoxine suntik digunakan untuk mengatasi defisiensi vitamin B6 jika pasien tidak bisa atau sulit mengonsumsi obat minum.
- Dosis ditentukan oleh dokter
- Diberikan selama 3 minggu melalui suntikan IV atau IM
- Setelah itu, terapi dilanjutkan dengan pyridoxine tablet atau sirop selama beberapa minggu
Angka kecukupan gizi vitamin B6 per hari
- Usia 0–5 bulan: 0,1 mg
- Usia 6–11 bulan: 0,3 mg
- Usia 1–3 tahun: 0,5 mg
- Usia 4–6 tahun: 0,6 mg
- Usia 7–9 tahun: 1,0 mg
- Laki-laki usia 10–49 tahun: 1,3 mg
- Pria usia ≥50 tahun: 1,7 mg
- Perempuan usia 10–18 tahun: 1,2 mg
- Wanita usia 19–49 tahun: 1,3 mg
- Wanita usia ≥50 tahun: 1,5 mg
- Ibu hamil dan ibu menyusui: 1,9 mg per hari
Efek Samping dan Bahaya Pyridoxine
Jika digunakan sesuai anjuran dokter dan aturan pakai, pyridoxine jarang menimbulkan efek samping. Namun, beberapa orang dapat mengalami:
- Mual
- Sakit kepala
- Sakit perut
- Kantuk
- Kesemutan ringan
Konsultasikan dengan dokter jika efek samping tidak kunjung hilang atau justru makin berat.
Penggunaan pyridoxine dalam dosis berlebihan dan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf. Segera ke dokter jika muncul gejala seperti:
- Kesemutan
- Mati rasa
- Nyeri yang menusuk
Segera periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau tanda overdosis setelah menggunakan pyridoxine.
Interaksi Pyridoxine dengan Obat atau Zat Lain
Pyridoxine atau vitamin B6 dapat berinteraksi dengan beberapa obat. Konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan suplemen ini bersama obat, suplemen, atau produk herbal lain.
Interaksi yang perlu diperhatikan meliputi:
Obat yang dapat menurunkan kadar pyridoxine dalam darah
- Isoniazid
- Penicillamine
- Pil KB
Obat yang efektivitasnya dapat menurun jika digunakan bersama pyridoxine
- Levodopa
- Phenobarbital
- Phenytoin
Pyridoxine banyak terkandung dalam kacang-kacangan, sayuran, daging ayam atau sapi, telur, pisang, gandum, dan alpukat. Interaksi dengan alkohol tidak dijelaskan.
Cara Menyimpan Pyridoxine
Simpan pyridoxine tablet atau sirop dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga.
- Simpan di tempat yang sejuk.
- Hindari paparan sinar matahari langsung.
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan pyridoxine jika memiliki kondisi medis tertentu, sedang hamil, menyusui, atau sedang menggunakan obat lain.
Anda juga perlu menghubungi dokter jika:
- Ragu dengan riwayat alergi sebelum menggunakan pyridoxine
- Sedang menderita penyakit jantung atau penyakit ginjal dan akan menggunakan pyridoxine suntik
- Mengalami efek samping yang tidak kunjung hilang atau makin berat
- Ingin menggunakan pyridoxine bersama obat, suplemen, atau produk herbal tertentu
Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat, tanda overdosis, atau gejala kerusakan sistem saraf seperti kesemutan, mati rasa, atau nyeri yang menusuk.
Pertanyaan Umum tentang Pyridoxine
Pyridoxine untuk apa?
Pyridoxine digunakan untuk membantu menangani defisiensi vitamin B6, mendukung fungsi saraf, membantu produksi sel darah merah, serta digunakan pada beberapa kondisi tertentu seperti neuropati, anemia sideroblastik, dan mual muntah berlebihan saat hamil.
Apakah pyridoxine sama dengan vitamin B6?
Ya. Pyridoxine adalah nama lain dari vitamin B6.
Apa bentuk obat pyridoxine?
Pyridoxine tersedia dalam bentuk tablet, sirop, dan suntik.
Apakah pyridoxine harus dengan resep dokter?
Pyridoxine tablet dan sirop termasuk obat bebas. Pyridoxine suntik termasuk obat resep dan hanya diberikan oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter.
Bolehkah pyridoxine diminum sebelum makan?
Pyridoxine tablet dapat diminum sebelum atau sesudah makan.
Bolehkah ibu hamil menggunakan pyridoxine?
Pyridoxine sesuai AKG atau ≤1,9 mg per hari termasuk Kategori A. Jika digunakan di atas AKG atau >1,9 mg per hari, termasuk Kategori C dan perlu dikonsultasikan dengan dokter.
Bolehkah pyridoxine digunakan saat menyusui?
Penggunaan pyridoxine dosis tinggi dapat mengurangi produksi ASI. Konsumsi di atas AKG tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui yang tidak mengalami defisiensi.
Apa yang harus dilakukan jika lupa minum pyridoxine?
Minum segera saat teringat. Jika sudah dekat dengan jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan jangan menggandakan dosis.
Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional untuk memastikan bahwa informasi yang ditampilkan pada halaman ini sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Jika mengalami efek samping obat, hubungi dokter atau tenaga kesehatan. Efek samping obat juga dapat dilaporkan melalui e-MESO BPOM.
Terakhir diperbarui: 5 Juni 2026
Ditinjau secara editorial oleh tim ObatApa
Referensi
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. (2025). Cek Produk. Pyridoxine.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.
MIMS. (2023). Pyridoxine.
National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (2023). Vitamin B6: Fact Sheet for Health Professionals.
Drugs. (2026). Pyridoxine.
Patient.info. (2024). Pyridoxine / Vitamin B6.
WebMD. (2023). Pyridoxine (Vitamin B6): Uses, Side Effects, and More.
WebMD. (2023). Pyridoxine HCL: Uses, Side Effects, and More.
National Health Service UK. (2025). Homocystinuria.
Cleveland Clinic. (2024). Hyperoxaluria.
WebMD. (2025). Sideroblastic Anemia.
