Manfaat Furosemide

Furosemide adalah obat diuretik yang digunakan untuk membantu mengatasi penumpukan cairan di dalam tubuh atau edema. Obat ini juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi sesuai arahan dokter. Kondisi edema yang dapat ditangani meliputi edema paru akut, edema akibat gagal jantung kongestif, sirosis, atau penyakit ginjal.

Furosemide bekerja dengan menghalangi penyerapan natrium di sel-sel tubulus ginjal. Dengan cara ini, jumlah urine yang diproduksi dan dikeluarkan tubuh akan meningkat, sehingga kelebihan cairan dapat berkurang. Karena termasuk obat resep, furosemide tidak boleh digunakan sembarangan dan dosisnya perlu mengikuti anjuran dokter.

furosemide-01-obatapa

Merek dagang Furosemide:

  • Diutensi
  • Diuvar
  • Edemin
  • Farsix
  • Farsiretic
  • Furosemide
  • Lasix
  • Mediresix
  • Uresix

Apa Itu Furosemide?

Furosemide tersedia dalam bentuk tablet dan suntik. Sediaan suntik hanya boleh diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Informasi singkat Furosemide:

KeteranganDetail
Kandungan aktifFurosemide
GolonganObat resep
KategoriObat diuretik
Bentuk obatTablet dan suntik
Sediaan disebutkanFurosemide tablet dan suntik intramuskular/IM atau intravena/IV
Digunakan olehDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C. Hanya digunakan jika manfaat yang diharapkan lebih besar daripada risiko terhadap janin
MenyusuiDapat dikonsumsi oleh ibu menyusui selama sesuai anjuran dokter; konsultasikan pilihan obat yang lebih aman

Furosemide dapat diberikan sebagai obat minum atau suntik, tergantung kondisi pasien dan tujuan pengobatan. Pada hipertensi, dokter biasanya menyarankan penggunaan tetap dilanjutkan meskipun kondisi sudah membaik untuk membantu mencegah kekambuhan.

Peringatan sebelum Menggunakan Furosemide

Jangan menggunakan furosemide jika memiliki alergi terhadap obat ini. Furosemide juga tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap obat golongan sulfa, seperti sulfametoxazole.

Sebelum menggunakan furosemide, beri tahu dokter jika memiliki riwayat atau sedang mengalami:

  • Pembesaran prostat yang menyebabkan sulit buang air kecil
  • Tekanan darah rendah
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan hati
  • Penyakit asam urat
  • Diabetes
  • Lupus
  • Ketidakseimbangan elektrolit

Informasikan juga kepada dokter jika akan menjalani MRI atau pemeriksaan yang melibatkan penyuntikan zat radioaktif atau kontras ke pembuluh darah vena.

Beberapa hal penting lain yang perlu diperhatikan:

  • Beri tahu dokter jika sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Sampaikan kepada dokter jika sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal.
  • Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa seizin dokter.
  • Furosemide suntik hanya boleh diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.
  • Segera temui dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan obat ini.

Pada kehamilan, furosemide termasuk Kategori C. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Obat ini hanya boleh digunakan jika manfaat yang diharapkan lebih besar daripada risikonya.

Untuk ibu menyusui, furosemide dapat dikonsumsi selama digunakan sesuai anjuran dokter. Meski begitu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan obat yang lebih aman.

Cara Menggunakan Furosemide dengan Benar

Gunakan furosemide sesuai anjuran dokter dan baca petunjuk pada kemasan obat sebelum mengonsumsinya. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa seizin dokter.

Furosemide tablet dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan tablet dengan segelas air putih.

Jika sedang menggunakan sucralfate, cholestyramine, atau colestipol, beri jarak setidaknya 2 jam dari waktu konsumsi furosemide. Obat-obatan tersebut dapat menurunkan penyerapan furosemide bila dikonsumsi terlalu berdekatan.

Pada penggunaan untuk hipertensi, dokter biasanya akan menyarankan pasien tetap melanjutkan furosemide meskipun kondisi kesehatan sudah membaik. Hal ini bertujuan untuk membantu menghindari kekambuhan.

Furosemide suntik diberikan melalui suntikan ke otot atau pembuluh darah oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Jika lupa mengonsumsi furosemide tablet, segera minum begitu teringat bila jarak dengan jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, lewati dosis yang terlupa. Jangan menggandakan dosis selanjutnya.

Dosis dan Aturan Pakai Furosemide

Dosis furosemide ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi yang ditangani, bentuk obat, usia, dan respons pasien terhadap pengobatan.

Edema paru akut

Bentuk: suntik IV

  • Dewasa: 40 mg, disuntikkan perlahan melalui selang infus selama 1–2 menit
  • Dosis dapat ditingkatkan menjadi 80 mg jika diperlukan

Edema akibat gagal jantung kongestif, sirosis, atau penyakit ginjal

Bentuk: suntik IV atau IM

  • Dewasa: 20–50 mg, diberikan secara perlahan
  • Dosis dapat ditingkatkan 20 mg setiap 2 jam jika diperlukan
  • Dosis maksimal dewasa: 1.500 mg per hari
  • Anak-anak: 0,5–1,5 mg/kgBB per hari
  • Dosis maksimal anak-anak: 20 mg per hari

Bentuk: tablet

  • Dewasa: dosis awal 40 mg per hari
  • Jika kondisi membaik, dosis dapat dikurangi menjadi 20 mg per hari atau 40 mg setiap 2 hari sekali
  • Pada edema berat, dosis dapat diberikan hingga 80 mg per hari
  • Anak-anak: 1–3 mg/kgBB per hari
  • Dosis maksimal anak-anak: 40 mg per hari

Oliguria atau kurangnya produksi urine pada gagal ginjal akut atau kronis

Bentuk: tablet

  • Dewasa: dosis awal 250 mg
  • Jika diperlukan, 250 mg dapat diberikan lagi setiap 4–6 jam
  • Dosis maksimal: 1.500 mg per hari

Tekanan darah tinggi atau hipertensi

Bentuk: tablet

  • Dewasa: 40–80 mg per hari
  • Dapat dikombinasikan dengan obat antihipertensi

Jangan mengubah dosis tanpa persetujuan dokter.

Efek Samping dan Bahaya Furosemide

Furosemide dapat menyebabkan beberapa efek samping. Keluhan yang mungkin muncul meliputi:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Penglihatan buram
  • Sembelit

Periksakan ke dokter jika efek samping tidak kunjung membaik.

Segera temui dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:

  • Kram otot
  • Merasa sangat lelah
  • Mulut terasa sangat kering
  • Aritmia
  • Telinga berdenging
  • Kulit menguning

Interaksi Furosemide dengan Obat atau Zat Lain

Furosemide dapat berinteraksi dengan beberapa obat. Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat resep, obat bebas, suplemen, atau produk herbal agar risiko interaksi dapat diantisipasi.

Interaksi yang perlu diperhatikan meliputi:

Obat yang dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal

  • Antibiotik golongan sefalosporin

Obat yang dapat meningkatkan risiko kerusakan telinga

  • Antibiotik golongan aminoglikosida
  • Polymyxin
  • Vancomycin
  • Cisplatin

Obat yang dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu

  • Glikosida jantung, seperti digoxin
  • Carbamazepine, karena dapat meningkatkan risiko hiponatremia
  • Obat antihipertensi ACE inhibitor dan ARB
  • Antidepresan MAOI

Penggunaan bersama ACE inhibitor, ARB, atau MAOI dapat meningkatkan risiko tekanan darah terlalu rendah.

Obat yang dapat menurunkan efektivitas furosemide

  • NSAID, seperti ibuprofen dan asam mefenamat

Obat yang efektivitasnya dapat menurun

  • Obat antidiabetes

Obat yang dapat menurunkan penyerapan furosemide

  • Sucralfate
  • Cholestyramine
  • Colestipol

Jika menggunakan sucralfate, cholestyramine, atau colestipol, beri jarak setidaknya 2 jam dari waktu konsumsi furosemide.

Cara Menyimpan Furosemide

Simpan furosemide pada suhu ruangan. Hindarkan obat dari udara lembap dan paparan sinar matahari langsung.

Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Beri tahu dokter tentang riwayat alergi sebelum menggunakan furosemide, terutama jika memiliki alergi terhadap furosemide atau obat golongan sulfa.

Konsultasikan juga dengan dokter sebelum menggunakan furosemide jika memiliki riwayat pembesaran prostat yang menyebabkan sulit buang air kecil, tekanan darah rendah, penyakit ginjal, gangguan hati, asam urat, diabetes, lupus, atau ketidakseimbangan elektrolit.

Hubungi dokter jika efek samping tidak kunjung membaik. Beri tahu dokter juga jika akan menjalani MRI atau pemeriksaan dengan zat radioaktif atau kontras, sedang hamil, menyusui, merencanakan kehamilan, atau menggunakan obat lain.

Segera temui dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:

  • Kram otot
  • Tubuh terasa sangat lelah
  • Mulut sangat kering
  • Aritmia
  • Telinga berdenging
  • Kulit menguning

Pertanyaan Umum tentang Furosemide

Furosemide obat untuk apa?
Furosemide digunakan untuk membantu mengatasi penumpukan cairan di tubuh atau edema. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi sesuai arahan dokter.

Apakah furosemide termasuk obat diuretik?
Ya, furosemide termasuk obat diuretik. Obat ini bekerja dengan meningkatkan jumlah urine yang diproduksi dan dikeluarkan tubuh.

Apakah furosemide termasuk obat bebas?
Tidak. Furosemide termasuk obat resep dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan.

Apakah furosemide boleh diminum sebelum makan?
Furosemide tablet dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Apakah furosemide boleh untuk ibu hamil?
Furosemide termasuk Kategori C. Jika sedang hamil atau merencanakan kehamilan, penggunaan obat ini perlu didiskusikan dengan dokter.

Apakah furosemide boleh untuk ibu menyusui?
Furosemide bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai anjuran dokter. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan obat yang lebih aman.

Apa yang harus dilakukan jika lupa minum furosemide?
Segera minum jika baru teringat dan jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat dengan jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan jangan menggandakan dosis.

Apakah furosemide suntik bisa digunakan sendiri?
Tidak. Furosemide suntik hanya boleh diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional untuk memastikan bahwa informasi yang ditampilkan pada halaman ini sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Jika mengalami efek samping obat, hubungi dokter atau tenaga kesehatan. Efek samping obat juga dapat dilaporkan melalui e-MESO BPOM.

Disclaimer Medis

Terakhir diperbarui: 9 Juni 2026

Ditinjau secara editorial oleh tim ObatApa

Referensi

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2026). Cek Produk BPOM. Furosemide.
Mayo Clinic. (2026). Drugs and Supplements. Furosemide (Oral Route).
Memorial Sloan Kettering Cancer Center. (2022). For Adult Patients. Furosemide.
Drugs.com. (2025). Furosemide.
MIMS. (2026). Furosemide.
WebMD. (2024). Furosemide (Lasix).
Healthline. (2025). Furosemide oral forms side effects and tips for managing them.