Manfaat Amosterra

Amosterra adalah obat antibiotik golongan penicillin yang mengandung amoxicillin. Obat ini digunakan untuk membantu mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti radang amandel, bronkitis, sinusitis, pneumonia, dan infeksi saluran kemih. Amosterra tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi virus, seperti flu.

Amoxicillin dalam Amosterra bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri, sehingga bakteri penyebab infeksi dapat dibunuh atau dihambat perkembangbiakannya. Karena termasuk obat resep, Amosterra harus digunakan sesuai arahan dokter dan tidak boleh dihentikan sembarangan meskipun gejala sudah membaik. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dapat membuat bakteri penyebab infeksi menjadi kebal terhadap pengobatan.

amosterra-01-obatapa

Merek dagang Amosterra:

  • Amosterra
  • Amosterra kaplet
  • Amostera sirup kering

Apa Itu Amosterra?

Amosterra tersedia dalam bentuk kaplet, dan sirop kering juga disebutkan pada bagian produk serta cara pakai. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis infeksi, usia, berat badan, dan kondisi pasien.

Informasi singkat Amosterra:

KeteranganDetail
Kandungan aktifAmoxicillin
GolonganObat resep
KategoriObat antibiotik golongan penicillin
Bentuk obatKaplet; sirop kering juga disebutkan
Sediaan disebutkanAmosterra kaplet 500 mg amoxicillin; Amostera sirup kering 125 mg amoxicillin per ml
Digunakan olehDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori B. Konsultasikan dengan dokter jika sedang hamil atau berencana hamil
MenyusuiAman digunakan selama sesuai anjuran dokter dan aturan pakai; diskusikan dengan dokter jika sedang menyusui

Amosterra hanya bekerja untuk infeksi bakteri. Obat ini tidak digunakan untuk infeksi virus, termasuk flu.

Peringatan sebelum Menggunakan Amosterra

Jangan menggunakan Amosterra jika memiliki alergi terhadap amoxicillin atau antibiotik penicillin lainnya. Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi sebelum mulai menggunakan obat ini.

Sebelum menggunakan Amosterra, informasikan kepada dokter jika pernah atau sedang mengalami:

  • Penyakit ginjal
  • Gangguan berkemih
  • Epilepsi
  • Penyakit liver
  • Leukemia limfositik
  • Asma
  • Diare akibat penggunaan antibiotik

Beri tahu dokter juga jika ada kemungkinan tertular mononukleosis dari orang sekitar. Konsultasikan kembali jika gejala sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening tidak membaik setelah 1–2 minggu, bahkan setelah diobati.

Perhatikan hal-hal berikut selama menggunakan Amosterra:

  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal.
  • Informasikan kepada dokter jika sedang menggunakan Amosterra sebelum menjalani vaksinasi atau pemeriksaan apa pun.
  • Beri tahu dokter jika sedang menunda kehamilan dengan pil KB, karena Amosterra dapat menurunkan efektivitas pil KB.
  • Diskusikan penggunaan obat ini jika sedang hamil, berencana hamil, atau menyusui.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Amosterra.

Pada kehamilan, Amosterra termasuk Kategori B. Studi pada hewan percobaan tidak menunjukkan risiko amoxicillin terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Penggunaannya saat hamil tetap perlu dikonsultasikan dengan dokter.

Untuk ibu menyusui, Amosterra dapat digunakan selama mengikuti anjuran dokter dan aturan pakai pada kemasan. Tetap diskusikan penggunaannya dengan dokter jika sedang menyusui.

Cara Menggunakan Amosterra dengan Benar

Gunakan Amosterra sesuai anjuran dokter dan petunjuk pada kemasan obat. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa seizin dokter.

Amosterra dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Namun, obat ini sebaiknya diminum bersama makanan untuk membantu mencegah sakit perut. Untuk bentuk kaplet, telan obat dengan bantuan air putih.

Untuk Amosterra bentuk sirop kering, campurkan serbuk dengan air putih sesuai petunjuk penggunaan. Sebelum diminum, kocok botol terlebih dahulu dan gunakan alat takar yang tersedia agar dosis lebih tepat.

Usahakan mengonsumsi Amosterra pada waktu yang sama setiap hari. Jangan menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter, meskipun kondisi sudah terasa membaik. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai anjuran dapat membuat bakteri penyebab infeksi menjadi kebal terhadap pengobatan.

Jika lupa minum Amosterra, konsumsi segera saat teringat. Namun, jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa. Jangan menggandakan dosis selanjutnya.

Dosis dan Aturan Pakai Amosterra

Dosis Amosterra ditentukan dokter berdasarkan kondisi yang ditangani, usia, dan berat badan pasien. Ikuti dosis yang diberikan dokter.

Sinusitis, otitis media, abses gigi, infeksi saluran kemih, infeksi ginjal, bronkitis, atau infeksi kulit

  • Dewasa dan anak dengan BB ≥40 kg: 250–500 mg, 3 kali sehari atau 750–1000 mg, 2 kali sehari
  • Infeksi berat: 750–1000 mg, 3 kali sehari
  • Anak dengan BB <40 kg: dosis ditentukan dokter berdasarkan berat badan anak

Faringitis atau tonsilitis akibat infeksi Streptococcus

  • Dewasa: 500 mg, 3 kali sehari atau 750–1000 mg, 2 kali sehari
  • Infeksi berat: 750–1000 mg, 3 kali sehari selama 10 hari
  • Anak dengan BB <40 kg: dosis ditentukan dokter berdasarkan berat badan anak

Tukak lambung akibat H. pylori

  • Dewasa: 750–1000 mg, 2 kali sehari selama 7–14 hari
  • Digunakan bersama antibiotik lain, seperti metronidazole atau clarithromycin, dan proton pump inhibitors seperti omeprazole atau lansoprazole

Demam tifoid dan paratifoid

  • Dewasa: 500–2000 mg, 3 kali sehari
  • Anak dengan BB <40 kg: dosis ditentukan dokter berdasarkan berat badan anak

Pneumonia

  • Dewasa: 500–1000 mg, 3 kali sehari
  • Anak dengan BB <40 kg: dosis ditentukan dokter berdasarkan berat badan anak

Gonore yang diketahui sensitif terhadap amoxicillin

  • Dewasa: 3000 mg sebagai dosis tunggal
  • Digunakan bersama probenecid

Kandungan produk yang disebutkan:

  • Amosterra kaplet: 500 mg amoxicillin tiap tablet
  • Amostera sirup kering: 125 mg amoxicillin tiap ml

Jangan mengubah dosis tanpa persetujuan dokter.

Efek Samping dan Bahaya Amosterra

Amosterra dapat menyebabkan beberapa efek samping. Keluhan yang mungkin muncul meliputi:

  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Pusing
  • Sulit tidur
  • Ruam

Konsultasikan dengan dokter jika efek samping terjadi dan tidak kunjung membaik.

Obat yang mengandung amoxicillin juga dapat menyebabkan reaksi alergi atau efek samping serius. Segera ke dokter jika muncul keluhan seperti:

  • Diare berat yang tidak kunjung reda
  • Kram perut
  • Diare berdarah
  • Urine berwarna gelap
  • Kejang
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa
  • Penyakit kuning

Jika reaksi alergi atau efek samping serius memerlukan pertolongan medis secepatnya, dokter dapat menyarankan pasien untuk ke IGD terdekat.

Interaksi Amosterra dengan Obat atau Zat Lain

Amosterra dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan Amosterra bersama obat lain, suplemen, atau produk herbal.

Interaksi yang perlu diperhatikan meliputi:

Obat yang dapat menurunkan efektivitas Amosterra

  • Chloramphenicol
  • Antibiotik golongan sulfonamida
  • Antibiotik golongan makrolid
  • Tetracycline

Obat yang dapat meningkatkan risiko efek samping atau reaksi tertentu

  • Allopurinol, karena dapat meningkatkan risiko reaksi alergi seperti ruam
  • Methotrexate, karena dapat meningkatkan risiko efek samping methotrexate
  • Obat pengencer darah seperti warfarin, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan

Efek terhadap pil KB dan vaksin

  • Amosterra dapat menurunkan efektivitas pil KB dalam mencegah kehamilan.
  • Amosterra dapat menurunkan efektivitas vaksin tertentu.

Amosterra sebaiknya diminum bersama makanan untuk mencegah sakit perut. Informasi mengenai interaksi dengan alkohol tidak dijelaskan.

Cara Menyimpan Amosterra

Simpan Amosterra dengan benar agar kualitas obat tetap terjaga.

  • Simpan pada suhu ruangan.
  • Hindari paparan sinar matahari langsung.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Buang Amosterra sirop kering yang sudah dicairkan jika telah lewat dari 7 hari.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Amosterra karena obat ini termasuk obat resep.

Anda juga perlu berkonsultasi atau memberi tahu dokter jika:

  • Memiliki alergi terhadap amoxicillin atau antibiotik penicillin lainnya
  • Gejala sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening tidak membaik setelah 1–2 minggu
  • Ada kemungkinan tertular mononukleosis
  • Pernah atau sedang mengalami penyakit ginjal, gangguan berkemih, epilepsi, penyakit liver, leukemia limfositik, asma, atau diare akibat antibiotik
  • Sedang hamil, berencana hamil, atau menyusui
  • Sedang menunda kehamilan dengan pil KB
  • Sedang menggunakan obat lain, suplemen, atau produk herbal
  • Akan menjalani vaksinasi atau pemeriksaan apa pun
  • Efek samping terjadi dan tidak kunjung membaik

Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Amosterra.

Pertanyaan Umum tentang Amosterra

Amosterra untuk apa?
Amosterra digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, termasuk beberapa kondisi seperti radang amandel, bronkitis, sinusitis, pneumonia, dan infeksi saluran kemih sesuai arahan dokter.

Apa kandungan Amosterra?
Amosterra mengandung amoxicillin. Amosterra kaplet mengandung 500 mg amoxicillin tiap tablet, sedangkan Amostera sirup kering mengandung 125 mg amoxicillin tiap ml.

Apakah Amosterra bisa untuk flu?
Tidak. Amosterra tidak digunakan untuk mengatasi infeksi virus seperti flu.

Apakah Amosterra termasuk antibiotik?
Ya. Amosterra termasuk antibiotik golongan penicillin dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Bolehkah Amosterra diminum sebelum makan?
Amosterra dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Namun, obat ini sebaiknya diminum bersama makanan untuk mencegah sakit perut.

Apakah Amosterra boleh untuk anak-anak?
Amosterra dapat digunakan oleh anak-anak sesuai arahan dokter; dosis anak dengan berat badan kurang dari 40 kg ditentukan dokter berdasarkan berat badan anak.

Bolehkah ibu hamil menggunakan Amosterra?
Amosterra termasuk Kategori B untuk kehamilan. Jika sedang hamil atau berencana hamil, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Apa yang harus dilakukan jika lupa minum Amosterra?
Minum segera saat teringat. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan jangan menggandakan dosis.

Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional untuk memastikan bahwa informasi yang ditampilkan pada halaman ini sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Jika mengalami efek samping obat, hubungi dokter atau tenaga kesehatan. Efek samping obat juga dapat dilaporkan melalui e-MESO BPOM.

Disclaimer Medis

Terakhir diperbarui: 4 Juni 2026

Ditinjau secara editorial oleh tim ObatApa

Referensi

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. (2024). Nama Produk. Amosterra.
MIMS. (2024). Amoxicillin.
National Library of Medicine. (2023). MedlinePlus. Amoxicillin.
National Health Service. (2023). Medicines A to Z. Amoxicillin.
Mayo Clinic. (2026). Amoxicillin (Oral Route).
Drugs. (2024). Amoxicillin.
Medscape. (2024). Amoxicillin (Rx).
WebMD. (2024). Amoxicillin.